Kaum Muslim Menyingkapi Informasi

Kita hidup di masa yang penuh dengan lalu lintas informasi, informasi bisa dengan mudah didapatkan maupun disebarluaskan. Saya ingin menyorot kata information yang dekat dengan kata inform atau memberitahukan. Apa yang diberitahukan atau disampaikan? Bisa jadi berupa fakta, atau untuk lebih tepatnya interpretasi dari fakta, yaitu fakta yang dipengaruhi faktor-faktor subjektif dari pelapor. Ini bisa berupa keterbatasan data, existing beliefs, kemampuan bahasa, nalar, dan sebagainya.

Dalam banyak kasus, faktor subjektif akan kuat mempengaruhi penyampaian informasi sehingga kita mendapatkan versi-versi berbeda dari suatu peristiwa. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena faktor-faktor subjektif tadi akan tetap ada meski tidak disadari atau disengaja. Hal ini menyebabkan ketidakakuratan bahkan kekeliruan.

Kita harus selalu menyadari bahwa informasi, bahkan yang disampaikan oleh orang paling jujur sekalipun, tidak lepas dari subjektifitas. Ilmu psikologi manusia menyatakan bahwa pikiran manusia memiliki banyak cacat dan kekurangan, yang mempengaruhi penerimaan dan penyampaian informasi. Dalam dunia ilmiah terdapat kutipan (citation dan quotation) yang bisa digunakan untuk mengetahui akurasi informasi. Baca lebih lanjut

Makanan yang Diharamkan

Kira-kira dua-tiga bulan sebelum menulis artikel ini saya mencari informasi di Internet tentang jenis-jenis makanan yang diharamkan, dan sampai pada suatu situs web. Di sana saya mendapatkan daftar panjang makanan dan juga minuman yang dikatakan haram dan halal. Terdapat 15 jenis makanan dan satu jenis minuman yang dikatakan haram dari 25 yang dijelaskan. Sebelas dari lima belas jenis makanan tersebut dikatakan haram dengan menggunakan dasar Al-Hadits.

Setahu saya di dalam Al-Qur’an hanya disebutkan empat jenis makanan (dalam konteks makanan yang berasal dari hewan) yang secara umum diharamkan sesuai dengan isi surah Al-Maa’idah ayat 3:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. … (Q.S.5:3)

Saya sudah mengajukan pertanyaan di situs web tersebut, namun hingga saat menulis artikel ini belum mendapatkan jawaban. Pertanyaan saya di halaman situs tersebut masih dalam status pending (belum tampak, masih menunggu konfirmasi), dan dari pengamatan saya ternyata situs web tersebut sedang tidak aktif. Saya menulis artikel ini untuk menyampaikan pendapat saya serta sebagai pertanyaan terbuka bagi siapapun yang berkenan memberikan pencerahan. Baca lebih lanjut