Childhood Memories (1)

Perbincangan di Free Speaking Class kamis kemarin (20/12) cukup seru, termasuk salah satu yang menarik adalah tentang ingatan mengenai masa kecil. Saya cukup heran, ternyata rekan-rekan dalam grup saya tidak ada satu pun yang ingat masa kecilnya. Hal itu saya anggap aneh karena saya masih ingat banyak hal tentang masa kecil saya, bahkan saya masih cukup sering bermimpi tentang-tentang tempat-tempat di masa kecil saya. Ingatan masa kecil yang paling awal adalah ketika saya sekitar umur dua tahun, meski ingatan itu sudah sangat kabur. Baca lebih lanjut

Yang Dari Akan Kembali

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kematian kembali mampir di sekitar saya sekitar awal bulan ini. Waktu itu sekitar pukul tiga pagi lebih sedikit, telepon di rumah saya berdering. Karena sedang terjaga, saya yang mengangkatnya. Rupanya kabar dari kampung halaman ibu saya. Ternyata pakde saya, yaitu kakak dari ibu, baru saja kena serangan jantung.

Kedua orang tua saya berencana pulang setelah jam kerja. Namun sekitar jam delapan-sembilanan, kembali ibu saya menerima telepon, mengabarkan bahwa pakde saya telah menghembuskan nafas yang terakhir. Sebelum tengah hari kedua orang tua saya sudah berangkat menuju ke kota kelahiran ibu saya, namun ketika sampai di sana sorenya, pakde sudah dimakamkan. Baca lebih lanjut

Bahasa Arab Dasar dengan Anki

Bulan Ramadhan kemarin saya ikut kelas Bahasa Arab. Saya ikut karena kelas itu gratis alias tidak bebayar. Namun karena hanya sebulan, dua kali seminggu, itu saja dua minggu terakhir jadi sekali seminggu, tidak banyak yang saya pelajari. Hanya beberapa salam, percakapan sederhana, angka, dan sedikit ini-itu. Karena itu saya mencari materi belajar Bahasa Arab di Internet, tentu saja yang gratisan. Saya menemukan beberapa materi yang bisa diunduh dan juga materi belajar online, salah satunya adalah di badaronline. Baca lebih lanjut

Males!

Suatu saat waktu keluar dari masjid setelah shalat Jumat, saya menjumpai beberapa orang anak sedang bermain bola, ketika kemudian terjadi percakapan kecil.

A: Eh B, aku njaluk iku po’o. (B, aku minta itu dong)
B: (sedang makan penthol bakso) Males’e! (Malas ah!)

Mungkin bagi banyak di antara kita tidak ada hal yang aneh dari percakapan mereka, karena gaya bahasa seperti itu sering kita temui. Kata “malas” sering digunakan sebagai alasan ketika menolak sesuatu, atau saat merasa enggan melakukan sesuatu. Yang menjadi pemikiran saya, bahkan mulai jauh dari sebelum hari Jumat itu, yaitu mudahnya orang Indonesia yang menggunakan kata “malas” dalam percakapan sehari-hari. Baca lebih lanjut

Bengkel Moril

Mechanical heartDisclaimer: Entry ini  saya tulis lima tahun yang lalu (27-10-2006) sehabis mudik. Saya post dengan hampir tanpa perubahan, tulisan ini minimalis dan butuh elaborasi.

Waktu perjalanan mudik kemaren, aku liat tulisan di pinggir jalan: BENGKEL MORIL. emang sih setelah dipikir2 lagi sebenarnya aku salah liat, yang bener ya tentu aja: bengkel mobil. Tapi waktu itu aku jadi senyum2 sendiri, soalnya kebayang kalo seumpama moril atau moral seseorang itu bisa diibaratkan mobil, yang bisa rusak, ngadat, perlu ganti olie, tune up, dsb; trus ada bengkel khusus moril di mana kita bisa menservis moral kita di situ. Seumpama bisa sepraktis itu tentu akan asyik, banyak masalah di dunia ini akan bisa diselesaikan, atau paling nggak dikurangi secara signifikan, ya tho…? Heleh, jadi sok mikirin masalah dunia lagi… tapi emang praktis sih kalo semua orang yang moralnya rusak bisa mbawa moralnya itu ke bengkel khusus moral. Baca lebih lanjut

New Moon

Umat muslim Indonesia tiap tahunnya tidak selalu berbarengan dalam menentukan tanggal satu Syawal, begitu pula dengan tahun ini (1432 H). Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kriteria penetapan tanggal satu Syawal, yang sebagian menggunakan dasar rukyat (melihat hilal, yaitu bulan sabit pertama setelah ijtimak/konjungsi, atau saat kedudukan Bumi dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama, jika diamati dari Bumi), sedangkan yang lain menggunakan dasar hisab (perhitungan, secara matematis/astronomis).

Dalil yang dijadikan dasar penentuan tanggal 1 Syawal adalah surah Al-Baqarah (2) ayat 185 dan 189; serta hadits Rasulullah ﷺ:

”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (cat: pada bulan Sya’ban). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.” (H.R. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

Baca lebih lanjut

Perihal Makan Memakan

Gambar bermacam makanan

You are what you eat. Ungkapan yang menunjukkan bahwa kita dipengaruhi apa yang kita makan. So, to be a human I have to eat humans? Haha, terkadang guyonan ini juga menyertai peribahasa tadi. Kita manusia adalah makhluk omnivora, yang dikatakan sebagai pemakan segala, baik yang dari tumbuhan maupun hewan. Asal tidak memakan sesama manusia atau batu saja. Oke, berarti bukan pemakan segala ya, tapi yang jelas pilihan makanan kita lebih luas daripada makhluk herbivora dan karnivora.

Baca lebih lanjut