Mulai (Lagi) dari yang Kecil

Sudah setengah tahun saya tidak menulis di blog ini, setelah sebelumnya pernah vakum juga satu tahun. Tadinya saya berusaha menulis dan memposting minimal satu tulisan tiap bulan. Saya memang ingin rutin menulis supaya pikiran dan pemikiran saya tidak menguap dan hilang, meskipun tidak ada orang yang peduli sebenarnya (sound bitter, you are, lad!). Hehe, becanda. Yang penting adalah supaya bisa saya baca sendiri nantinya. Baca lebih lanjut

Bahasa Arab Dasar dengan Anki

Bulan Ramadhan kemarin saya ikut kelas Bahasa Arab. Saya ikut karena kelas itu gratis alias tidak bebayar. Namun karena hanya sebulan, dua kali seminggu, itu saja dua minggu terakhir jadi sekali seminggu, tidak banyak yang saya pelajari. Hanya beberapa salam, percakapan sederhana, angka, dan sedikit ini-itu. Karena itu saya mencari materi belajar Bahasa Arab di Internet, tentu saja yang gratisan. Saya menemukan beberapa materi yang bisa diunduh dan juga materi belajar online, salah satunya adalah di badaronline. Baca lebih lanjut

New Moon

Umat muslim Indonesia tiap tahunnya tidak selalu berbarengan dalam menentukan tanggal satu Syawal, begitu pula dengan tahun ini (1432 H). Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kriteria penetapan tanggal satu Syawal, yang sebagian menggunakan dasar rukyat (melihat hilal, yaitu bulan sabit pertama setelah ijtimak/konjungsi, atau saat kedudukan Bumi dan Bulan berada di posisi bujur langit yang sama, jika diamati dari Bumi), sedangkan yang lain menggunakan dasar hisab (perhitungan, secara matematis/astronomis).

Dalil yang dijadikan dasar penentuan tanggal 1 Syawal adalah surah Al-Baqarah (2) ayat 185 dan 189; serta hadits Rasulullah ﷺ:

”Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (cat: pada bulan Sya’ban). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.” (H.R. Bukhari no. 1907 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar)

Baca lebih lanjut

Menghafal Nama Surah Al-Qur’an dengan Anki

Catatan: Tulisan ini sudah outdated karena format file sudah tidak di-support oleh Anki versi terbaru yang menggunakan format data baru.

Mumpung lagi bulan Ramadhan, saya ingin menulis hal-hal yang Islami. Tapi untuk sementara ini, saya ingin posting tentang Anki. Secara singkat Anki adalah program untuk menghafal sesuatu dengan spaced repetition flashcard. Anki bersifat cross-platform, sehingga bisa digunakan dari banyak sistem dan perangkat, mulai PC, Mac, Linux, iPhone, Android, dan mobile phone lain. Anki juga bisa diakses secara online baik dari desktop/laptop maupun perangkat mobile. Saya telah menggunakan Anki untuk membantu saya belajar bahasa Jepang dan Jerman, dan memang cukup membantu.

Nah, karena sekarang bulan Ramadhan, saya ingin berbagi deck (semacam kumpulan kartu untuk dihafal) yang saya buat kira-kira setahun lalu. Bukan hal besar, hanya deck untuk menghafal nama surah Al-Qur’an. Mungkin sudah banyak aplikasi lain untuk hal ini, dan memang deck saya ini tidak beda jauh dengan aplikasi lainnya, hanya bedanya deck ini menggunakan Anki. Baca lebih lanjut

Seimbang dan Menyeimbangkan

Apa yang paling penting dalam hidup? Pertanyaan itu pernah ditanyakan pada saya, dan waktu itu saya menjawab: keseimbangan (Arab: tawazun). Mengapa keseimbangan, apa tidak ada yang lebih penting dari itu? Bagaimana dengan hal-hal seperti harta, karir, kekuasaan, dan ketenaran? Atau mungkin hal-hal seperti keluarga, teman, ilmu pengetahuan, atau bahkan iman?  Apakah hal-hal tersebut tidak penting? Tentu saja hal-hal tersebut penting, dan sah-sah saja apabila seseorang menganggap sebagian lebih penting dari yang lain.

Setiap orang adalah unik secara genetis, kepribadian, maupun situasi dan kondisi, sehingga wajar apabila memilih suatu hal sebagai hal yang dianggap paling penting dalam hidupnya. Namun ada pula yang ingin menyeimbangkan hal-hal penting itu dalam hidupnya, seperti saya. Saya percaya bahwa dunia ini akan bisa lebih baik apabila kita mampu menciptakan keseimbangan. Keseimbangan akan tercipta apabila kita mampu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya. Baca lebih lanjut

Lost in Language

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Seringkali kita menggunakan istilah bahasa asing dalam keseharian kita, apalagi bagi yang mempelajari bahasa asing. Menggunakan kata-kata yang kita pelajari adalah bagian production dari bahasa, yang berguna untuk meningkatkan fluency berbahasa kita. Ini adalah wajar dan merupakan bagian dari proses pembelajaran, namun akan menjadi tidak wajar apabila kita menggunakan kata dan istilah tersebut tanpa tahu maknanya.

Sebagai seorang muslim, saya sering menggunakan bahasa Arab dalam keseharian, mulai dari mengucapkan salam sampai ketika membaca bacaan saat melaksanakan shalat. Begitu pula muslim yang lain, tentu sama dengan saya. Yang menjadi perhatian saya sejak dulu dan terlintas kembali akhir-akhir ini adalah kualitas bahasa Arab saya. Baca lebih lanjut

Kaum Muslim Menyingkapi Informasi

Kita hidup di masa yang penuh dengan lalu lintas informasi, informasi bisa dengan mudah didapatkan maupun disebarluaskan. Saya ingin menyorot kata information yang dekat dengan kata inform atau memberitahukan. Apa yang diberitahukan atau disampaikan? Bisa jadi berupa fakta, atau untuk lebih tepatnya interpretasi dari fakta, yaitu fakta yang dipengaruhi faktor-faktor subjektif dari pelapor. Ini bisa berupa keterbatasan data, existing beliefs, kemampuan bahasa, nalar, dan sebagainya.

Dalam banyak kasus, faktor subjektif akan kuat mempengaruhi penyampaian informasi sehingga kita mendapatkan versi-versi berbeda dari suatu peristiwa. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena faktor-faktor subjektif tadi akan tetap ada meski tidak disadari atau disengaja. Hal ini menyebabkan ketidakakuratan bahkan kekeliruan.

Kita harus selalu menyadari bahwa informasi, bahkan yang disampaikan oleh orang paling jujur sekalipun, tidak lepas dari subjektifitas. Ilmu psikologi manusia menyatakan bahwa pikiran manusia memiliki banyak cacat dan kekurangan, yang mempengaruhi penerimaan dan penyampaian informasi. Dalam dunia ilmiah terdapat kutipan (citation dan quotation) yang bisa digunakan untuk mengetahui akurasi informasi. Baca lebih lanjut