Ya ya ya

Terkadang kita menemukan seseorang yang sangat meyakinkan. Segala perkataannya sepertinya baik dan masuk akal. Kita pun menerima segala yang diucapkannya. Terkadang pula kita menemukan seseorang yang sulit sekali bagi kita untuk menerima apa yang dikatakannya, bahkan ketika logika kita mengatakan bahwa yang dikatakannya benar. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang menyebabkan kita bisa mudah mempercayai seseorang dan susah mempercayai yang lain?

Sebagian besar kecenderungan percaya atau tidak percaya itu ditentukan oleh alam bawah sadar (feeling, dan bukan proses logis). Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang percaya dan tidak percaya pada sesuatu, baik dari  sifat dan kecenderungan orang itu sendiri; dan dari orang lain: siapa yang mengatakan, apa yang dikatakan, dan bagaimana mengatakannya; dari situasi kondisi; dan sebagainya.

Secara umum manusia memiliki kecenderungan untuk setuju dengan seseorang yang sebelumnya telah membuatnya setuju. Baca lebih lanjut

eBook Berbahasa Jepang

Botchan

Botchan karangan Natsume Souseki

Bagi mereka yang belajar bahasa asing, latihan membaca adalah sesuatu hal yang penting. Semakin banyak membaca membuat kita semakin lancar memahami bahasa asing tersebut, terlebih lagi kalau bahasa asing tersebut melibatkan huruf dan angka yang berbeda dengan huruf dan angka yang biasa kita baca. Bahasa Jepang adalah salah satu di antaranya. Saya sudah cukup lama belajar bahasa Jepang, dan akhir-akhir ini sudah mulai jarang belajar apalagi menggunakannya. Materi bacaan berbahasa Jepang akan sangat membantu saya menjaga kemampuan bahasa Jepang saya.

Seperti halnya kita bisa mendapatkan bahan bacaan berbahasa Inggris dari situs-situs seperti Project Gutenberg dan Google Books, kita bisa mendapatkan bahan bacaan berbahasa Jepang dari situs Aozora Bunko. Baca lebih lanjut

Generate Doctrine2 Mappings From Existing Database

Object-Relational Mapping (ORM) is a programming technique for converting data between incompatible type systems in object-oriented programming languages. This creates, in effect, a “virtual object database” that can be used from within the programming language. Doctrine is an ORM tool for PHP 5.2.3+ that sits on top of a database abstraction layer. It allows easy access to all types of databases, such as MySQL, through the use of PHP objects. Doctrine2 is the new generation of Doctrine.

Recently I needed to use Doctrine2  and I wanted to make annotated entities for mapping from existing database, because I already had the database schema. (I do not recommend this, though, since some suggest that it is better to make the entities first, or to use XML or YAML mappings.) Supposedly we can make mappings using the CLI, but we still need to make a script, so I prefer an all-script method to accomplish it. I googled for it and found a script by Daniel S. W., but it still had some errors. I edited a bit, and so here it is: Baca lebih lanjut

Sembelit Lalu Lintas

Kemacetan lalu lintas sudah lama menjadi penyakit kronis yang mencekik kehidupan kota Jakarta. Ya, saya katakan mencekik karena entah berapa besar kerugian yang diakibatkannya, baik materiil maupun non-materiil. Bayangkan berapa banyak rupiah yang bisa dihasilkan bila sekian jam dalam sehari yang dihabiskan dalam perjalanan yang macet bisa digunakan untuk sesuatu yang produktif; berapa banyak orang yang berkurang stress-nya karena waktu bisa digunakan untuk menghilangkan stress dan bukannya malah menambahnya; dan hal-hal lain yang bisa dilakukan bila tidak menghabiskan sekian jam dalam sehari terjebak dalam kemacetan. Saya pikir Anda dan siapapun akan setuju, bahwa kemacetan ini HARUS diperbaiki, dan SEGERA!

Baca lebih lanjut

Tentang Rasa

Manusia memiliki kemampuan untuk merasakan. Merasakan adalah suatu kata kerja transitif, yaitu suatu proses mempersepsikan secara sadar sesuatu yang dirasakan, baik secara fisik yaitu melalui indra peraba, secara mental dengan membayangkan, maupun secara emosional. Pada umumnya kita mengetahui apa yang kita rasakan melalui indra peraba kita, baik itu suhu, sentuhan, dan sebagainya. Namun apakah kita mengetahui semua yang kita rasakan secara emosional?

Mari kita lihat dari referensi populer, yaitu anime (meski saya tidak banyak menonton anime). Di serial anime Initial-D, anime tentang balap mobil jalanan, tokoh utama dalam serial itu, yaitu Fujiwara Takumi, pada awalnya tidak menyadari bahwa dia menyukai balapan, karena sebelumnya dia hanya menganggap menyetir mobil sebagai bagian dari tugasnya membantu bisnis ayahnya. Dari movie anime Evangelion 2.22, salah satu tokoh utamanya, Rei, tidak bisa menjawab pertanyaan tokoh lainnya, Asuka, tentang perasaannya terhadap tokoh lain, Shinji. Dia hanya bisa menjawab kalau dia merasa hangat bila dekat dengan Shinji, dan ingin Shinji merasakan hal yang sama.

Oke, dua contoh di atas hanya dari cerita fiksi. Bagaimana dengan keadaan di dunia nyata? Seorang teman pernah menulis update status Facebook tentang apa yang dia rasakan, bukan berupa pernyataan tapi pertanyaan. “Apa yang sedang aku rasakan ini?” Hm, ternyata ada juga kasus seseorang tidak mengetahui yang dia rasakan. Baca lebih lanjut

Hello world!

Halo dunia! Yup, ini posting pertama di blog ini, dan isinya tak lain tak bukan, hello world!

Aah, dunia… duniamu, dunia dia, dunia mereka, dan tentu juga… duniaku. Kita tinggal di dunia yang sama yet kita hidup di dunia kita masing-masing. Ada yang  dunianya luas dengan banyak sahabat dan teman, ada yang sempit dengan kesendirian. Ada yang indah penuh warna-warni, ada yang not so beautiful dan hampa. There are as many worlds as there are people (dimodifikasi dari ungkapan lain). Aku tak tahu duniaku tampak seperti apa bagimu, yang aku tahu adalah, ini jalanku… roda yang berputar… dan jejak yang kutinggalkan.

Mungkin jalanku hanyalah jalan kecil, sepi, suram, dan tidak berarti bagimu, tapi inilah jalanku… dan ini pikiranku.