Perempuan Harus Cantik

Dan laki-laki harus kaya sumber daya. Tapi saya sedang ingin menulis tentang yang cantik-cantik, hehe.

Anda mungkin akan mengatakan; beauty is in the eye of the beholder. Premis yang menyatakan bahwa tidak ada yang indah atau cantik secara inheren, sehingga sesuatu hanya bisa dikatakan cantik apabila ada yang mempersepsikannya sebagai cantik. Memang. Tapi apakah Anda pernah memikirkan, apa yang membuat the beholder mempersepsikan cantik itu? Atau lebih spesifik sesuai dengan konteks yang akan kita bicarakan, apa yang secara umum bisa membuat seorang perempuan dikatakan cantik? Dan mengapa hal-hal tersebut dipersepsikan oleh manusia sebagai kecantikan?

Beautiful eyes behind veil

Cantik?

Sebelum lebih jauh, perlu saya sampaikan bahwa apa yang akan saya tulis banyak dipengaruhi oleh sudut pandang saya, mulai dari gender saya, lingkungan, hingga pengetahuan dan pengalaman saya. Anda boleh tidak setuju, tapi hendaknya Anda punya alasan yang logis untuk itu. Kemudian Anda boleh menuliskannya di komentar. Baiklah, mari kita mulai.

Saya percaya bahwa segala sesuatu pada diri manusia memiliki fungsi yang baik dalam konteks tertentu, termasuk persepsi tentang kecantikan. Menurut saya, untuk memahami persepsi kecantikan kita perlu memahami fungsi alamiah perempuan dalam konteks manusia sebagai spesies. Perlu Anda ketahui, jantan-betina dalam tiap spesies bisa memiliki fungsi alamiah yang berbeda-beda. Begitu pula dengan manusia.

Dalam puluhan ribu tahun umur spesies manusia modern, tubuh kita didesain memiliki fungsi yang spesifik. Tubuh laki-laki umumnya lebih bertenaga, sehingga laki-laki memiliki fungsi sebagai petugas lapangan. Otak laki-laki juga lebih efektif untuk tugas lapangan: logika yang lebih obyektif daripada otak perempuan yang lebih berkembang dalam hal emosional. Perempuan juga terdesain untuk tugas domestik: kemampuan sosial yang lebih tinggi yang berguna menjaga keharmonisan komunitas. Begitu pula dorongan untuk mempercantik diri. Tunggu, kita belum membahas tentang “cantik” kan? Oke, kalau begitu kita ganti istilahnya: dorongan untuk merawat diri.

Dan dari sini kita lanjut ke pembahasan apakah “cantik” itu. Seperti yang telah saya sampaikan, umumnya kaum perempuan memiliki dorongan yang lebih besar daripada laki-laki untuk merawat diri, yang bisa mencakup kebersihan, kerapian, dan kesehatan. Dan hal-hal ini berhubungan dengan kecantikan dalam persepsi manusia. Kembali ke sudut pandang fungsi manusia sebagai spesies, yaitu dorongan yang sangat kuat untuk mempertahankan kelangsungan diri sebagai individu maupun spesies. Ya, yang saya maksudkan adalah dorongan untuk bereproduksi. Bukan hal yang tidak bisa Anda perkirakan sebelumnya bukan? Tentu saja. Cantik dan tampan pada dasarnya adalah persepsi bagusnya kualitas keturunan yang akan dihasilkan. Karena itu Anda mungkin juga sudah sangat lazim dengan dekatnya hubungan antara cinta dan hasrat seksual.

Kecantikan seorang perempuan juga mencakup kualitas dalam merawat dan membesarkan keturunan yang unggul. Mari kita menilik pada konsepsi umum kecantikan perempuan dan hubungannya dengan fungsi yang telah kita sebutkan:

  1. Kulit bersih, cerah, dan berseri. Kulit yang bersih dan cerah mencerminkan kecenderungan terhindar dari berada di lingkungan luar tempat tinggal, yaitu terhindar dari debu dan sinar matahari. Hal ini menunjukkan bahwa pada dasarnya tempat perempuan adalah di rumah (debatable? silakan tulis komentar di bawah), atau setidaknya di lingkungan yang ramah, yaitu supaya terhindar dari hal-hal yang membahayakan diri dan keturunan. Kulit yang berseri mencerminkan peredaran darah yang lancar dan kondisi tubuh yang sehat, yang tentu saja ideal untuk reproduksi.
  2. Wajah yang menarik. Mata, hidung, bibir, pipi, dagu, alis, dan dahi. Ada beberapa teori tentang bagaimana wajah dianggap menarik, termasuk mengenai proporsi berdasarkan rasio emas dan juga simetri. Rasio emas banyak ditemukan dalam alam, sedangkan menurut penelitian simetri dikatakan mencerminkan kecenderungan kesehatan yang bagus. Wajah yang cerah dan high-contrast juga mencerminkan kesehatan dan terjaga dari lingkungan yang kurang ramah. Wajah juga mencerminkan emosi manusia, dan umumnya seseorang yang kondisi emosionalnya bagus akan enak dipandang.
  3. Keadaan emosional yang bagus, tindak-tanduk dan perilaku yang lembut. Perempuan umumnya memiliki kemampuan emosional lebih dari laki-laki, karena kualitas anak tidak hanya ditentukan oleh kesehatan fisik, namun juga psikologis, yang banyak dipengaruhi oleh bagaimana dia diasuh dan dirawat. Karena itu sifat sabar dan halus dipersepsikan sebagai kecantikan pada perempuan.
  4. Tubuh yang langsing dan berlekuk. Payudara berisi, pinggang ramping, dan pinggul lebar. Semua mencerminkan kemampuan untuk menghasilkan dan merawat keturunan. Payudara yang cukup berisi untuk menghasilkan cukup ASI. Pinggang ramping dan pinggul lebar mencerminkan kesehatan (Waist-to-Hip ratio yang sekarang lebih banyak digunakan dibandingkan Body Mass Index). Pinggung yang lebar juga mencerminkan kesuburan dan kemudahan dalam melahirkan anak. Tubuh yang langsing mencerminkan kebugaran dan kesehatan; dan juga jumlah makanan yang tidak terlalu banyak, alias tidak serakah dan membaginya dengan anak, hehe.
  5. Rambut yang panjang dan indah. Keindahan dan panjang rambut dipengaruhi oleh perawatan dan kesehatan. Anda mungkin tahu, semakin panjang rambut membutuhkan semakin banyak ketelatenan dalam merawatnya, yang dipersepsikan sebagai ketelatenan dalam hal lain, termasuk merawat anak. Kesehatan rambut bisa dipengaruhi oleh faktor genetis maupun kondisi lingkungan tempat tinggal, yang keduanya mempengaruhi kualitas menghasilkan, merawat, dan membesarkan anak. Mungkin ini sebabnya banyak orang menyukai perempuan berambut panjang. Model rambut pendek umumnya menyebabkan seseorang tampak lebih muda.
  6. Usia yang muda. Anda mungkin sudah tahu bahwa resiko melakukan persalinan akan bertambah seiring dengan bertambahnya umur perempuan. Pada umumnya perempuan akan dipersepsikan paling cantik pada saat umur paling mampu mengandung dan melahirkan anak dengan selamat. Ini sebabnya mengapa perempuan tidak suka merasa tua (sensitif kalau ditanya umur, hehe) dan banyak perawatan dilakukan untuk terlihat masih muda.
  7. Kaki yang jenjang. Yaitu ideal untuk melarikan diri (diri sendiri dan keturunan) dari bahaya. Mungkin alasan yang aneh bagi kita yang hidup di jaman yang relatif aman dalam beberapa abad terakhir, tapi sebagian besar kelangsungan spesies manusia berada pada jaman yang penuh dengan bahaya, baik yang disebabkan oleh alam dan spesies lain, maupun oleh manusia lain.
  8. Unik (berbeda dalam hal yang baik). Pada dasarnya manusia menyukai orang lain yang memiliki kesamaan, namun mengapa seseorang yang unik sangat menarik? Sebenarnya yang disukai dari orang yang memiliki kesamaan adalah bila kesamaan itu dianggap baik (memiliki fungsi yang dibutuhkan). Begitu pula menyukai orang lain yang memiliki perbedaan yang baik, yaitu untuk menghasilkan keturunan yang mewarisi kebaikan-kebaikan dari kedua orang-tuanya. Anda mungkin ingat adegan dalam suatu film yang mengatakan: “You complete me.” Mungkin yang dimaksud sebenarnya, “If I mate with you we will produce children that are more complete than each of us.
  9. Dan lain-lain yang mencerminkan kesehatan dan kebersihan, misal: cara berpakaian.

Otak manusia terprogram mempersepsikan hal-hal di atas sebagai sesuatu yang disukai (indah atau cantik) karena penting bagi kelangsungan manusia baik sebagai individu maupun sebagai spesies, yaitu kecantikan seorang perempuan adalah gambaran kualitas keturunan yang dihasilkan. Sudah cukup jelas bahwa dorongan perempuan untuk merawat dan mempercantik diri lebih besar daripada laki-laki, dan kecenderungan laki-laki untuk menyukai lawan jenis berdasarkan fisik lebih besar daripada perempuan. Dan itu adalah wajar dan baik. Semua itu memiliki fungsi yang bagus, asalkan sesuai konteks dan proporsi yang pas. Itulah fitrah manusia.

Sayangnya seringkali dorongan dan kecenderungan itu tidak sesuai dengan yang seharusnya. Perempuan rela melakukan perawatan dan berdandan berjam-jam tapi tidak suka merawat suami dan anak-anaknya. Laki-laki memilih perempuan hanya berdasarkan fisik hingga melazimkan kecantikan superficial, seperti hasil operasi plastik, dan mengesampingkan inner beauty, yaitu esensi dibalik kecantikan yang kasat mata. Manusia jadi menjauh dari kondisi fitrahnya. Seperti kanker yang merupakan sel-sel tubuh yang bermutasi menjadi ganas dan mematikan, semua yang tidak sesuai dengan fitrah akan berakibat tidak baik bagi kita.

Jadi, mari kembali ke fitrah kita. Perempuan itu harus cantik (dan boleh materialistis karena laki-laki harus kaya sumber daya).

8 thoughts on “Perempuan Harus Cantik

  1. sy membacanya kok terlalu klise dan berlebihan
    paragraf yg trakir itu bikin nggliyeng mbacanya,….tdk suka merawat suami dan anak,…
    hmmmm,….belum merasakan jadi perempuan si mas?
    hehhe ,..pisss

    • Tentu saja tidak pernah dan mudah2an tidak akan pernah, hehe.

      Mengenai paragraf terakhir, tidak setujunya di mana? Alasannya?

      • merawat suami dan anak itu kebahagiaan lho bagi seorang wanita yang menyadari posisi dan surganya
        karena semua wanita itu cantik, bukan harus cantik , harus cantik tidaknya itu sudah masuk subyektifitas
        dan harus cantik di ukur dr mananya mas penulis?hehe
        makanya mas penulis segera nikah biar tahu bagaimana kecantikan seorang wanita yang sesungguhnya,….:P

  2. @Mbak Rohadiana, cara memandang manusia sangat dipengaruhi lingkungannya. Saya paham para perempuan dalam pergaulan mbak Roha adalah perempuan baik-baik yang tidak seperti yang saya tulis. Namun tolong dipahami, yang saya tulis bukan dalam konteks suatu sampel golongan tertentu, namun populasi secara keseluruhan. Untuk memahaminya silakan memperhitungkan semua perempuan yang ada di dunia ini, terlepas dari suku, agama, ras, negara, budaya.

    Meskipun saya tulis “seringkali”, tidak harus berarti mayoritas. Sebagai gambaran, saya yakin kebanyakan laki-laki tidak suka kecantikan superfisial ala operasi plastik. Namun kita tidak bisa menyangkal bahwa laki-laki yang suka juga tidak sedikit jumlahnya.

    Semua perempuan itu cantik? I beg to differ (nah ini baru debatable, hahaha). Kalau semua perempuan itu cantik, kenapa produk kecantikan laku keras? (ingat, konteks tulisan di atas adalah kecantikan yang kasat mata dan bersifat general, yang mungkin secara subyektif tidak semua, namun secara umum orang akan setuju). Maaf saja, kata-kata seperti itu cocoknya buat menghibur saja (apologi), dan banyak ditemukan di artikel atau majalah wanita.

    Pada dasarnya perempuan ingin (dianggap) cantik, kecuali mungkin kalau ada dorongan lain yang mengkontradiksi (misal: rasa malas, atau apologi bahwa semua perempuan sudah cantik sehingga tidak perlu merawat diri lagi). Dari situ saja kita sudah mendapat gambaran bahwa perempuan diciptakan untuk “cantik”, karena itu cantik itu fitrah perempuan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s