Waspada Hoax

Is global warming a hoax?

Pernahkan Anda menemukan tulisan di media komunikasi seperti Internet, BBM, atau SMS yang bisa membuat Anda ingin sekali menyebarkannya, baik dengan mem-forward, retweet, ataupun men-share-nya di Facebook? Atau Anda mendengar kabar dari teman dan terdorong untuk menyebarkan? Bisa jadi karena isinya yang menakjubkan dan belum pernah Anda temui sebelumnya di media, atau tulisan itu bisa meyakinkan Anda untuk menyebarkannya. Kalau pernah melakukannya, bisa jadi Anda pernah turut serta dalam menyebarkan hoax alias informasi palsu.

Hoax adalah informasi bohong yang sengaja dibuat dengan maksud untuk disebarkan secara viral. Sebagian hoax bisa berupa informasi yang bersifat hiburan semata dan tidak terlalu berbahaya, namun sebagian yang lain bisa berupa membahayakan, seperti provokasi atau informasi yang menyesatkan atau mencelakakan.

Supaya Anda tidak menjadi pelaku penyebar hoax, ada baiknya Anda mengetahui ciri-ciri hoax. Suatu hoax mungkin memiliki ciri-ciri berikut, meskipun hanya sebagian. Apabila Anda menemukan satu atau dua saja pada suatu tulisan, maka Anda perlu waspada, meski belum tentu merupakan hoax. Berikut ini 10 ciri-ciri hoax yang umum:

  1. Berupa sesuatu yang luar biasa
    Hoax seringkali menampilkan informasi yang belum pernah Anda dengar sebelumnya, dan membuat takjub karena berupa klaim yang luar biasa. Awalnya pembaca akan antara percaya dan tidak percaya, namun hoax akan memberikan alasan yang tak tidak kalah luar-biasanya, sehingga banyak orang yang kemudian percaya. Contoh: Makan kangkung bisa menyebabkan perut Anda berisi lintah disertai gambar lintah yang seolah-olah baru dikeluarkan dari perut.
  2. Menggunakan bahasa yang tinggi
    Hoax sering menggunakan istilah ilmiah, bahasa keilmuan, kata asing, dan kalimat rumit. Ini bertujuan agar seolah-olah tulisan hoax tersebut benar-benar dibuat oleh seseorang yang ahli agar Anda mudah mempercayainya. Contoh: IDI diberitakan melarang penggunakan apartame (pemanis buatan).
  3. Isinya tidak kredibel
    Kalau Anda cermati, mungkin Anda akan menemukan penulisan yang tidak baku, salah ejaan, ataupun konten yang tidak konsisten bahkan cenderung kontradiktif. Contoh: Klaim yang mengatakan suatu app kitab suci yang tidak akurat, meskipun app tersebut adalah untuk Android namun hoax menyebutkan Apple Store.
  4. Susah ditelusuri sumbernya
    Untuk membuat pembacanya percaya, terkadang hoax menyebutkan sumber yang terkenal seperti stasiun televisi, tapi tidak menyertakan referensi untuk ditelusuri. Terkadang hoax menyertakan sumber tidak dikenal, meskipun menyertakan kontak. Penulis hoax paham bahwa sedikit sekali pembaca hoax yang akan mau menghubungi kontak tersebut. Kalaupun ada yang menghubungi, kontak tersebut ternyata palsu. Tahukah Anda, mengawali klaim dengan kata-kata “para ahli mengatakan…” akan membuat orang lebih mudah mempercayainya? Contoh: “Berita ini dari tetangganya teman saya yang lihat di televisi, katanya ada penelitian di luar negeri yang mengatakan demikian.”
  5. Dibuat seolah-olah kejadian baru
    Hoax disebutkan baru saja terjadi, seperti beberapa hari yang lalu atau minggu lalu, namun pembuat hoax tidak pernah menyebutkan tepatnya tanggal kejadian hoax. Ini bertujuan untuk membuat hoax terasa tetap fresh agar terus disebarkan. Contoh: “Tawaran ini dibuka minggu kemarin, dan akan berakhir setelah dua minggu.”
  6. Gambar yang tidak akurat dan seringkali mengganggu
    Pembuat hoax suka menyertakan gambar yang sekilas sepertinya benar atau berhubungan namun sebenarnya tidak. Tak jarang gambar tersebut menampilkan sesuatu yang mengerikan atau menjijikkan. Bisa juga gambar yang disertakan telah diolah dengan software pengolah gambar seperti Photoshop. Contoh: Gambar tubuh hangus yang dikatakan sebagai korban kekejaman suatu golongan, padahal sebenarnya adalah korban kebakaran.
  7. Mendukung apa yang Anda percayai
    Apabila seseorang adalah pendukung fanatik seseorang, golongan, atau suatu kepercayaan (baik berupa teori, prasangka, atau agama); dia akan mudah sekali percaya pada berita yang mendukung apa yang didukungnya itu. Mereka adalah sasaran empuk para pembuat hoax, dan seringkali merupakan orang-orang yang turut menyebarkan. Contoh: Ketika tokoh A yang tidak disukai diberitakan melakukan sesuatu, langsung saja disebarkan dan dibesar-besarkan, padahal bisa jadi itu hanya fitnah.
  8. Membangkitkan gejolak perasaan
    Hoax seringkali menggunakan kata-kata yang membangkitkan emosi atau memancing gejolak perasaan. Perasaan manusia yang sering dipancing pembuat hoax adalah rasa harapan, amarah, benci, dan ketakutan. Contoh: Negara tetangga diberitakan mencuri lagi budaya kita, padahal sebenarnya itu adalah warga negara kita yang ada di sana.
  9. Menghalangi berpikir kritis
    Tujuan pembuat hoax membangkitkan gejolak perasaan adalah agar pembaca susah berpikir logis. Ini dilakukan dengan membuat isi hoax seolah-olah penting dan mendesak, sehingga pembaca merasa tergesa-gesa. Kalau sudah demikian, otak jadi tidak bisa berpikir kritis untuk mempertanyakan kebenarannya. Menariknya, hal ini adalah sifat alamiah manusia yang sering dieksploitasi oleh penipu dan tukang gendam, yaitu membuat seseorang merasakan dorongan untuk menuruti kemauan pelaku, dalam hal ini untuk percaya dan menyebarkan hoax. Contoh: “Ini kisah nyata, jangan diremehkan! Ini sangat penting diketahui agar orang-orang yang Anda cintai tidak terkena!”
  10. Menyuruh menyebarkan
    Seringkali hoax menyebutkan keharusan menyebarkan hoax tersebut, dengan dalih kepedulian atau pentingnya pesan. Inilah salah satu tujuan pembuat hoax, yaitu agar pesan hoaxnya tersebar luas dan terus-menerus. Contoh: “Sebarkan pesan ini di update status agar akun Facebook Anda tidak dihapus!”

Hoax gampang sekali menyebar luas karena kebanyakan orang mudah dibohongi dan diprovokasi. Agar Anda tidak termakan hoax, apabila menemukan tulisan atau berita apapun, selalu periksa dulu kebenarannya sebelum menyebarkan, meskipun Anda merasa benar-benar percaya dan setuju dengan yang menyampaikan dan isi yang disampaikan. Cari dulu di Google, tanyakan pada para ahlinya, atau cari sudut pandang yang berbeda dan lebih luas. Anda tidak ingin menyesatkan atau mencelakakan orang lain, bukan?

Jangan mau dibodohi, jadilah orang pintar!

One thought on “Waspada Hoax

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s