Resolusi dan Evaluasi

calvin-hobbes-resolutions Pergantian tahun adalah waktu yang sering digunakan untuk membuat resolusi, yaitu komitmen untuk mencapai target atau proyek pribadi, atau untuk mengubah suatu kebiasaan pada tahun baru. Seseorang yang membuat resolusi tahun baru biasanya berencana memenuhi resolusi itu selama setahun penuh.

Kebiasaan membuat resolusi tahun baru sudah ada sejak jaman Babilonia sebagai bentuk kebiasaan relijius, dan sejak saat itu beberapa agama lain juga memiliki kebiasaan yang hampir sama hanya saja dilakukan pada waktu yang berbeda-beda. Terlepas dari kaitannya dengan latar belakang agama, membuat resolusi dipandang sebagai bentuk upaya perbaikan diri (self improvement).

Pada awal abad 21, sekitar 40% orang dewasa di Amerika Serikat membuat resolusi pada pergantian tahun. Suatu penelitian yang dilakukan oleh Richard Wisemen pada tahun 2007 yang melibatkan 3.000 orang menunjukkan bahwa hanya 12% resolusi tahun baru yang berhasil tercapai, meskipun 52% dari partisipan yakin akan berhasil pada saat membuatnya. Pada dasarnya kemungkinan tercapainya resolusi tahun baru bisa ditingkatkan dengan membuat target yang spesifik. Selain itu, kaum lelaki dan perempuan bisa meningkatkan kemungkinan terpenuhinya resolusi dengan lebih fokus pada strategi yang berbeda.

Seorang laki-laki perlu lebih fokus membuat target yang S.M.A.R.T (Specific, Measureable, Achievable, Realistic, and Time-based). Target besar untuk jangka waktu satu tahun dipecah hingga menjadi target-target kecil yang bisa dicapai dalam waktu singkat, misal target per hari atau per minggu. Target-target kecil ini dipetakan agar pada akhirnya bisa mencapai target besar resolusi. Strategi lainnya adalah dengan lebih fokus pada keuntungan yang akan didapatkan apabila resolusi tahun baru tercapai. Buatlah daftar keuntungan-keuntungan tersebut, untuk memacu dan menjaga motivasi untuk terus melakukan hal-hal yang harus dilakukan untuk mencapai target.

Banyak orang memilih menyimpan resolusi tahun barunya untuk dirinya sendiri, yang menyebabkan resolusi itu jadi mudah terlupakan. Seorang perempuan perlu lebih fokus pada membagi resolusi tahun barunya dengan orang lain, terutama pada orang-orang dekat yang bisa membantunya mencapai target yang sudah ditetapkan. Hal ini bisa dilakukan dengan menuliskan dan menempatkannya pada suatu tempat yang mudah dilihat. Strategi yang lain yaitu dengan tetap kukuh pada pencapaian target meskipun sesekali menyalahi resolusi yang ingin dicapai. Strategi ini umumnya untuk resolusi yang berhubungan dengan pantangan atau mengubah kebiasaan.

Membuat resolusi bisa dilakukan pada waktu selain sekitar pergantian tahun masehi, seperti pada tahun baru Cina, pergantian periode pendidikan, atau pada tahun baru Hijriah dan pada bulan Ramadhan bagi kaum Muslimin. Sebagai bentuk upaya perbaikan diri yang merupakan kewajiban tiap muslim, membuat resolusi adalah perencanaan atau sasaran (ahdaf), dan berhubungan dengan strategi (takhtith), pelaksanaan (tatbiq), dan evaluasi (muhasabah). Setelah menetapkan resolusi serta memformulasikan strategi dan taktik, pelaksanaan adalah sesuatu yang sangat krusial. Tanpa pelaksanaan, resolusi hanyalah angan-angan dan kosong belaka. Dan sebagai fungsi kontrol dari pelaksanaan adalah evaluasi.

Kita melakukan evaluasi agar kita dapat mengetahui seberapa baik (atau buruk) pelaksanaan yang sudah kita lakukan, dan seberapa jauh perkembangan menuju target besar yang ingin dicapai. Seperti yang telah disebutkan, resolusi tahunan harus dipecah menjadi target-target jangka pendek yang bisa dicapai dalam waktu singkat. Evaluasi dilakukan rutin tiap akhir jangka waktu tersebut, dan juga rutin untuk jangka waktu yang lebih panjang. Misal, evaluasi dilakukan harian untuk menilai kinerja harian, kemudian mingguan untuk menilai perkembangan mingguan, juga dilakukan bulanan, per kuartal, dan seterusnya. Pada akhir tahun kita juga perlu melakukan evaluasi untuk menilai apa-apa yang kita lakukan dalam satu tahun, yang sering disebut dengan refleksi akhir tahun.

Evaluasi dilakukan untuk menilai hal-hal yang tidak kita lakukan dengan baik untuk kemudian memformulasikan cara memperbaikinya, dan hal-hal yang kita lakukan dengan baik untuk kemudian meningkatkannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan evaluasi. Lakukan evaluasi dengan realistis, nilailah secara objektif dan jujur. Perhatikan secara spesifik poin-poin yang dievaluasi, sehingga mendapatkan gambaran yang jelas agar kita bisa menentukan perbaikan yang harus dilakukan. Kunci sukses evaluasi adalah tindak lanjut atau pelaksanaan perbaikan tersebut.

Contoh resolusi yang baik bagi seorang muslim adalah menghafalkan Al-Qur’an. Misal pada tahun pertamanya seseorang ingin menghafalkan satu juz dalam satu tahun, dan dimulai dengan Juz ‘Amma yang terdiri dari 544 ayat. Misal dalam satu tahun tersebut ada 365 hari, maka secara perhitungan sederhana dia hanya perlu menghapal 1-2 ayat seharinya, itu belum dipotong surah-surah yang sudah dihapalkan sebelumnya. Namun dalam formulasi strateginya ditetapkan bahwa dia akan menghapalkan 10 ayat setiap harinya. Dalam pelaksanaannya di bulan pertama orang itu tidak setiap hari dia melakukan penghafalan, namun karena strateginya tadi, tiap minggunya dia bisa mencapai target meskipun target hariannya tidak selalu bisa tercapai. Ketika memasuki bulan kedua semangatnya mulai kendur, dan dalam evaluasi bulanannya dia mendapati bahwa dia di bawah target pencapaian sampai bulan itu sehingga di bulan berikutnya dia menghapalkan dengan lebih rajin dan akhirnya satu juz bisa dihapalkan dalam waktu beberapa bulan saja. Seandainya dia tidak melakukan evaluasi, bisa saja dia akan rajin pada hari-hari pertama saja, kemudian tidak menghapalkan kecuali sekali-dua-kali sampai akhir tahun.

Saya harap dengan contoh di atas sudah jelas bagi kita pentingnya membuat resolusi yang disertai dengan melakukan evaluasi secara rutin. Kalau Anda belum membuat resolusi untuk tahun 2013, silakan buat sekarang juga. Tuliskan dan letakkan tulisan tersebut di suatu tempat yang bisa Anda lihat setiap saat, jangan lupa tetapkan strateginya. Dan yang tak kalah penting, lakukan evaluasi secara rutin agar bisa tetap istiqamah dalam upaya mencapai target yang ditetapkan.

This year we must be better than last year!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s