Yang Dari Akan Kembali

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kematian kembali mampir di sekitar saya sekitar awal bulan ini. Waktu itu sekitar pukul tiga pagi lebih sedikit, telepon di rumah saya berdering. Karena sedang terjaga, saya yang mengangkatnya. Rupanya kabar dari kampung halaman ibu saya. Ternyata pakde saya, yaitu kakak dari ibu, baru saja kena serangan jantung.

Kedua orang tua saya berencana pulang setelah jam kerja. Namun sekitar jam delapan-sembilanan, kembali ibu saya menerima telepon, mengabarkan bahwa pakde saya telah menghembuskan nafas yang terakhir. Sebelum tengah hari kedua orang tua saya sudah berangkat menuju ke kota kelahiran ibu saya, namun ketika sampai di sana sorenya, pakde sudah dimakamkan.

Kematian selalu mendekat sembari memberikan peringatan, baik mengingatkan kita pada kematian itu sendiri, pada orang yang meninggal, dan juga pada yang masih hidup, yaitu orang-orang yang ditinggalkan. Seperti yang pernah saya tulis dalam bentuk tulisan pendek à la chicken soup (yang insyaAllah akan diterbitkan dalam bentuk buku beserta karya 24 penulis lain ^^), kematian adalah perpisahan, namun perpisahan itu juga memungkinkan pertemuan, yaitu berkumpulnya keluarga dan handai taulan.

Ketika ibu saya berada di kampung halamannya, beliau bertemu dengan kakak-kakak dan adik-adik beliau, dan juga kerabat, tetangga, serta teman yang sudah lama tidak bertemu. Pertemuan itu mampu membuat suasana menjadi lebih ringan, dipenuhi dengan menanyakan kabar, baik yang hadir di situ maupun yang tidak, dan dengan cerita-cerita penuh nostalgia. Bagaimanapun mereka tidak melupakan pakde dan keluarga yang ditinggalkan, dan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menghibur dan meringankan beban mereka.

Sedikit mengenai meninggalnya pakde, saat itu adalah saat panas-panasnya suhu udara. Keadaan yang menguji daya tahan tubuh. Mereka yang daya tahan tubuhnya sedang tidak prima akan sangat rentan mengalami gangguan kesehatan. Begitu pula dengan pakde. Menurut cerita, beberapa hari terakhir sebelum meninggal, pakde bekerja sangat keras mengurusi sesuatu (kalau tidak salah kandang bebek), sehingga beberapa hari itu beliau kelelahan. Ditambah pola makan di masa muda yang kurang sehat (mungkin juga karena kesibukan beliau dulunya, beliau adalah pensiunan perusahaan migas), sehingga kesehatan pakde drop dan akhirnya mendapat serangan jantung.

Mengingatkan pada yang masih hidup, termasuk pada diri kita sendiri, dan termasuk mengingatkan untuk menjaga kesehatan kita. Sudah jadi kebiasaan saya beberapa tahun terakhir ini, untuk menulis status, baik pada instant messenger maupun jejaring sosial, yang mengingatkan untuk menjaga kesehatan pada saat cuaca sedang tidak bersahabat, terutama saat musim pancaroba.

Salah satu yang menurut saya perlu kita perhatikan adalah menjaga pola makan. Saya jadikan makanan sebagai hal pertama yang perlu diperhatikan, sedikit banyak dipengaruhi oleh pengalaman pribadi saya. Saya selalu khawatir apabila seseorang tidak makan yang cukup, karena beberapa orang di keluarga saya pernah mengalami gangguan kesehatan karena kurang makan, bahkan ada yang berakhir dengan kematian.

Selain pola makan, tentu saja adalah dengan istirahat yang cukup, baik fisik maupun psikis. Dan kemudian adalah menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga teratur. Ketika saya merasakan tubuh saya agak tidak enak, saya akan berolahraga, makan, kalau perlu minum vitamin, kemudian tidur. Dan biasanya keesokan harinya tubuh saya sudah kembali bugar.

Selama ajal belum menjemput, kita wajib menjaga hidup kita, yaitu dengan menjaga kesehatan. Selain itu alangkah baiknya kalau kita bisa menikmati hidup kita, yaitu kalau kita memanfaatkannya dengan sesuatu yang kita sukai dan juga memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Sehingga saat mencapai akhir hayat, kita bisa tersenyum dan ikhlas menerima bahwa yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya. Segala sesuatu adalah milik-Nya dan akan kembali pada-Nya.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

2 thoughts on “Yang Dari Akan Kembali

  1. Kapan bukunya diterbitkan Kang Mas? Jadi penasaran nih.. Kalo udah terbit ntar minta tanda tangannya boleh ya? 🙂

  2. Itu urusannya yg bagian nerbitin, setelah naskah aku kumpulin dan lolos seleksi, aku udah ga tau apa2… hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s