Perihal Makan Memakan

Gambar bermacam makanan

You are what you eat. Ungkapan yang menunjukkan bahwa kita dipengaruhi apa yang kita makan. So, to be a human I have to eat humans? Haha, terkadang guyonan ini juga menyertai peribahasa tadi. Kita manusia adalah makhluk omnivora, yang dikatakan sebagai pemakan segala, baik yang dari tumbuhan maupun hewan. Asal tidak memakan sesama manusia atau batu saja. Oke, berarti bukan pemakan segala ya, tapi yang jelas pilihan makanan kita lebih luas daripada makhluk herbivora dan karnivora.

Karena banyak pilihan, sebagian orang memilih untuk memakan makanan tertentu dan tidak memakan yang lain. Sebagian karena suka-tidak suka dan cenderung longgar, namun ada juga yang sampai anti dan “mengharamkan” untuk diri sendiri. Di samping itu, tentu, ada makanan yang diharamkan oleh agama yang dianut. Sebagian lain sebagai gaya hidup, misalnya para vegetarian yang tidak makan daging hewan, tapi masih mengkonsumsi telur, keju, susu, dan sebagainya. Pun para vegan yang sama sekali tidak makan makanan yang berasal dari hewan.

Hm, saya jadi ingat seorang teman yang dulu tidak suka makan daging kecuali kalau ditraktir atau kalau makan di restoran mahal, hehe. Entah bagaimana dengan sekarang.

Anak kecil makan es krimKembali ke laptop. Kalau dikatakan kita adalah yang kita makan, mungkin itu yang menyebabkan orang yang gemar makan daging  jadi tumpukan daging ya? Atau, yang suka sama yang manis-manis akhirnya jadi manis juga, seperti saya hehe. Ataukah mereka yang suka makan sambal akan menjadi pedas juga? Wah, saya tidak tahu. Mereka yang suka makan coklat juga tidak harus menjadi berkulit coklat kan? Kalau iya tentu saya akan gemar makan coklat putih supaya kulit saya nggak gelap-gelap amat. Begitu juga yang gemar makan es krim belum tentu orangnya dingin, kecuali mungkin kedinginan dan membeku otaknya1.

Alasan suka makan makanan bisa berbeda-beda. Mereka yang vegetarian atau vegan mungkin punya alasan demi kesehatan atau demi kemanusian (tidak menyakiti binantang). Mereka yang suka makan daging, mungkin disebabkan rasanya yang lezat karena lemak yang dikandung. Yang suka yang manis-manis mungkin karena punya gigi yang manis2 (loh, apa hubungannya?).

Kita mengenal istilah “kapok lombok” yang merunut pada “jera”nya seseorang setelah melakukan sesuatu yang mungkin sekilas kurang mengenakkan, seperti makan lombok/cabe. Saat makanan pedas menyentuh lidah, tubuh menganggap rasa pedas membakar itu sebagai rasa sakit dan melepaskan hormon endorphin, yang berfungsi mengurangi rasa sakit seperti morfin. Akibatnya tubuh menjadi terasa segar. Endorphin juga menimbulkan rasa gembira dan memperbaiki mood, sehingga juga bisa menyebabkan keinginan untuk makan lagi. Mungkin karena itu, di Surabaya terutama akhir-akhir ini, bermunculan tempat makan yang menawarkan makanan super pedas.

coklat mawarCoklat, jarang sekali saya temui orang yang tidak suka pakanan yang satu ini, terutama mereka yang mengaku berjenis kelamin perempuan. Siapa sih yang nggak suka saat coklat creamy yang kaya tekstur meleleh lembut dalam mulut, dan menimbulkan sensasi yang biasa disebut “a moment of ecstasy?” Coklat memang enak, bahkan aromanya saja bisa mempengaruhi kimiawi otak. Seperti makanan pedas, coklat juga menyebabkan tubuh melepaskan endorphin. Selain itu tubuh juga melepaskan hormon serotonin, sehingga selagi kita mengecap manisnya coklat lumer di gigi dan lidah, kita juga merasakan sensasi rileks, nyaman, dan tentram menjalar ke seluruh tubuh.

Bukan itu saja, dikatakan bahwa coklat memiliki banyak kandungan yang mempengaruhi tubuh, sehingga kita juga merasakan sensasi euforia, peningkatan kemampuan pikiran, meningkatnya tenanan darah dan detak jantung, serta sensasi kenikmatan seperti yang ditimbulkan oleh marijuana. Mirip dengan yang terjadi ketika seseorang dalam keadaan “jatuh cinta.”

Mungkin itu sebabnya, coklat sering digunakan sebagai alat untuk pedekate ke sang pujaan hati, terutama laki-laki ke perempuan. Begitulah sehingga kalangan industri menciptakan hari peringatan yang  mereka promosikan sebagai hari memberi coklat. Mm, kalau nggak salah pertengahan bulan Februari ya?

Lho, kok jadi ngomongin coklat? Betewe, siapa yang jadi pingin makan coklat? Hayo…

Kembali ke topik awal. Apa maksudnya “kita adalah apa yang kita makan?” Filsuf Jerman Ludwig Andreas Feuerbach menuliskan dalam eseinya, Concerning Spiritualism and Materialism (1863), “Der Mensch ist, was er ißt.” [trans: Seseorang adalah, apa yang dia makan]. Ungkapan dalam Bahasa Inggris baru muncul ketika ahli nutrisi dari Amerika, Victor Lindlahr, merilis buku yang berjudul You Are What You Eat: how to win and keep health with diet (1942)3. Dari sini tersirat bahwa artinya adalah kita butuh makan makanan yang baik agar tubuh kita fit dan sehat. Selanjutnya, mens sana in corpore sano.

Tomat menggantung di tangkaiBagi seorang muslim, makanan yang baik tentunya harus halal. Kita mengetahui makanan yang dihalalkan dan diharamkan dari Al-Qur’an dan Al-Hadits. Rasulullah ﷺ juga memberikan contoh pola makan yang baik, yang intinya adalah makan makanan yang baik (thayyib), secukupnya dan pada waktunya, serta menjauhi yang buruk4. Tentu baik dan buruk ini juga berhubungan dengan baik dan buruk bagi kesehatan kita. Asalkan halal dan baik, kita boleh-boleh saja menyukai makanan apapun yang kita mau.

Dan kalau membicarakan makanan yang saya sukai, sesungguhnya saya bukan orang yang pilih-pilih makanan. Namun ada makanan yang saya suka dan tidak akan bosan memakannya, yaitu… telur! Mau diapakan saja saya akan suka memakannya. Di samping itu ada dua makanan yang bikin saya senang dan bahagia, yaitu tomat dan brokoli. Ha, bikin bahagia? Ya, memakan dua makanan tersebut selalu bikin saya berpikir, “shiawase na kanji…!” [jp, trans: bahagianya…!].

Bagaimana dengan makanan kesukaan Anda?

Catatan:
1. Brain freeze: pusing yang disebabkan oleh hawa dingin, biasa terjadi saat makan es krim yang sangat dingin.
2. Sweet tooth: rasa sangat suka pada makanan manis.
3. Sumber: http://www.phrases.org.uk/meanings/you%20are%20what%20you%20eat.html
4. Al-Qur’an surah Al-A’raaf (7) ayat 157.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s