Seimbang dan Menyeimbangkan

Apa yang paling penting dalam hidup? Pertanyaan itu pernah ditanyakan pada saya, dan waktu itu saya menjawab: keseimbangan (Arab: tawazun). Mengapa keseimbangan, apa tidak ada yang lebih penting dari itu? Bagaimana dengan hal-hal seperti harta, karir, kekuasaan, dan ketenaran? Atau mungkin hal-hal seperti keluarga, teman, ilmu pengetahuan, atau bahkan iman?  Apakah hal-hal tersebut tidak penting? Tentu saja hal-hal tersebut penting, dan sah-sah saja apabila seseorang menganggap sebagian lebih penting dari yang lain.

Setiap orang adalah unik secara genetis, kepribadian, maupun situasi dan kondisi, sehingga wajar apabila memilih suatu hal sebagai hal yang dianggap paling penting dalam hidupnya. Namun ada pula yang ingin menyeimbangkan hal-hal penting itu dalam hidupnya, seperti saya. Saya percaya bahwa dunia ini akan bisa lebih baik apabila kita mampu menciptakan keseimbangan. Keseimbangan akan tercipta apabila kita mampu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya.

Hal-hal duniawi seperti harta tentu saja penting, namun apalah artinya kalau kita terlalu sibuk mencari harta dan tidak bisa menikmatinya karena terlalu sibuk, atau dibuat resah karena takut kehilangannya. Saya percaya harta dan keduniawian yang lain adalah alat yang berguna, namun bisa mencelakai kita apabila tidak berhati-hati. Karena itu perlu diseimbangkan dengan hal-hal lain seperti kesederhanaan dan keinginan untuk berbagi. Hubungan interpersonal adalah kebutuhan manusia yang perlu dipenuhi dan diseimbangkan, meski boleh saja kita lebih memprioritaskan orang-orang terdekat kita seperti orang tua, pasangan, keluarga, dan teman dekat. Kepentingan harta dan keduniawian lain juga perlu diseimbangkan dengan kepentingan sosial dan interpersonal.

Ilmu dan iman. Sesungguhnya saya sangat kagum pada mereka yang memilih iman sebagai hal terpenting dalam hidup mereka, dan bagi saya itu adalah kebaikan dan keindahan hati. Hanya saja memiliki hati yang baik tidaklah cukup, kita juga harus bisa menjadi kuat. Salah satu caranya adalah dengan menyeimbangkan iman dengan ilmu. Sebagai muslim, saya mendapatkan bahwa banyak referensi di agama saya tentang pentingnya ilmu, bahkan kata pertama dari ayat Al-Qur’an yang diturunkan pertama kali adalah “Iqra’” yang berarti “bacalah,” yang menunjukkan betapa pentingnya ilmu. Ilmu adalah hujjah (dasar) bagi iman, yang tanpanya, iman seseorang akan rapuh dan mudah goyah seperti bangunan yang fondasinya lemah.

Masih banyak hal-hal lain yang perlu diseimbangkan. Masih dalam hal keagamaan, jika agama Yahudi menjunjung tinggi keadilan (justice) dan agama Nasrani mempromosikan kasih sayang (compassion), maka Islam adalah tentang keseimbangan keduanya. Begitu pula dengan reward and punishment, sebagai bentuk kasih sayang dan keadilan, adalah suatu prinsip penting dalam hidup manusia untuk menciptakan keteraturan. Seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang saja akan manja, dan yang dengan ketegasan (sebagai wujud keadilan) saja akan keras dan kaku hatinya. Ada pula hukum (law) dan moralitas (morality), perencanaan (planning) dan penerapan (implementation), dan sebagainya.

Setiap manusia memiliki kecenderungan-kecenderungan yang berbeda, sehingga untuk mencapai keseimbangan, kita memerlukan orang lain. Untuk dapat menyeimbangkan diri sendiri, kita perlu bisa menerima pengaruh-pengaruh baik dan menolak pengaruh-pengaruh buruk dari orang lain. Caranya adalah dengan fokus pada hal-hal positif dan kritis pada hal-hal negatif. Untuk dapat menyeimbangkan orang lain, seringkali kita harus bisa fleksibel dalam penerapan dan penyampaian, dan juga dengan selalu tetap teguh dalam hal prinsip. Saya percaya, dengan terwujudnya keseimbangan, atau setidaknya mendekati keseimbangan, hidup akan jadi lebih baik dan terasa lebih lengkap. Baik hidup kita sendiri maupun orang lain di sekitar kita yang kita seimbangkan dan menyeimbangkan kita.

So, I need you to balance me, I need you to complete me.

2 thoughts on “Seimbang dan Menyeimbangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s