Menyayangi Yang Lalu

Disclaimer: Posting ini murni pendapat pribadi dan tidak dimaksudkan untuk merasa lebih benar dari pendapat yang berbeda.

Baru-baru ini dalam perbincangan dengan seorang teman, kami membicarakan tentang menyayangi seseorang dari masa lalu, yang bukan pasangan kita saat ini (atau nanti). Dalam hal ini saya berbeda dengan dia, dia berpendapat bahwa dia tidak ingin menyayangi siapapun kecuali pasangan yang sah (suami/istri), sedang saya berpendapat bahwa boleh saja menyayangi orang lain dari masa lalu. Mungkin anda akan cepat berpendapat bahwa dia yang benar bukan? Tentu saja, saya juga akan bilang kalau dia benar, tapi ijinkan dulu saya menjelaskan maksud saya.

Sebelumnya sudah saya katakan kalau ini hanya pendapat saya, dalam artian bisa jadi ini hanya berlaku untuk saya saja. Baca lebih lanjut

Seimbang dan Menyeimbangkan

Apa yang paling penting dalam hidup? Pertanyaan itu pernah ditanyakan pada saya, dan waktu itu saya menjawab: keseimbangan (Arab: tawazun). Mengapa keseimbangan, apa tidak ada yang lebih penting dari itu? Bagaimana dengan hal-hal seperti harta, karir, kekuasaan, dan ketenaran? Atau mungkin hal-hal seperti keluarga, teman, ilmu pengetahuan, atau bahkan iman?  Apakah hal-hal tersebut tidak penting? Tentu saja hal-hal tersebut penting, dan sah-sah saja apabila seseorang menganggap sebagian lebih penting dari yang lain.

Setiap orang adalah unik secara genetis, kepribadian, maupun situasi dan kondisi, sehingga wajar apabila memilih suatu hal sebagai hal yang dianggap paling penting dalam hidupnya. Namun ada pula yang ingin menyeimbangkan hal-hal penting itu dalam hidupnya, seperti saya. Saya percaya bahwa dunia ini akan bisa lebih baik apabila kita mampu menciptakan keseimbangan. Keseimbangan akan tercipta apabila kita mampu menempatkan segala sesuatu sesuai dengan porsinya. Baca lebih lanjut

Ya ya ya

Terkadang kita menemukan seseorang yang sangat meyakinkan. Segala perkataannya sepertinya baik dan masuk akal. Kita pun menerima segala yang diucapkannya. Terkadang pula kita menemukan seseorang yang sulit sekali bagi kita untuk menerima apa yang dikatakannya, bahkan ketika logika kita mengatakan bahwa yang dikatakannya benar. Bagaimana ini bisa terjadi? Apa yang menyebabkan kita bisa mudah mempercayai seseorang dan susah mempercayai yang lain?

Sebagian besar kecenderungan percaya atau tidak percaya itu ditentukan oleh alam bawah sadar (feeling, dan bukan proses logis). Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang percaya dan tidak percaya pada sesuatu, baik dari  sifat dan kecenderungan orang itu sendiri; dan dari orang lain: siapa yang mengatakan, apa yang dikatakan, dan bagaimana mengatakannya; dari situasi kondisi; dan sebagainya.

Secara umum manusia memiliki kecenderungan untuk setuju dengan seseorang yang sebelumnya telah membuatnya setuju. Baca lebih lanjut

Lost in Language

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Seringkali kita menggunakan istilah bahasa asing dalam keseharian kita, apalagi bagi yang mempelajari bahasa asing. Menggunakan kata-kata yang kita pelajari adalah bagian production dari bahasa, yang berguna untuk meningkatkan fluency berbahasa kita. Ini adalah wajar dan merupakan bagian dari proses pembelajaran, namun akan menjadi tidak wajar apabila kita menggunakan kata dan istilah tersebut tanpa tahu maknanya.

Sebagai seorang muslim, saya sering menggunakan bahasa Arab dalam keseharian, mulai dari mengucapkan salam sampai ketika membaca bacaan saat melaksanakan shalat. Begitu pula muslim yang lain, tentu sama dengan saya. Yang menjadi perhatian saya sejak dulu dan terlintas kembali akhir-akhir ini adalah kualitas bahasa Arab saya. Baca lebih lanjut