Sunao de Iyou

Kadang kita berada pada suatu keadaan yang tidak diinginkan atau tidak sesuai dengan harapan kita. Bisa jadi hal itu terjadi lebih dari sekali atau terus-menerus, sehingga mempengaruhi keadaan mental kita. Beberapa orang ingin menyingkapi dengan mencoba berpikir positif dan mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa mereka baik-baik saja, namun ini tidak selalu berhasil. Kenapa?

Karena kita tidak bisa membohongi diri kita sendiri. Loh, kan bukan membohongi diri sendiri tapi menyingkapi secara positif? Hmm, rupanya sebagian orang masih sulit membedakan antara membohongi diri sendiri dengan menyingkapi secara positif. Trus gimana dong? Begini, misalkan ada orang sakit, apabila orang itu tahu kalau dia sakit namun mengatakan kalau dia sehat, maka itu namanya membohongi diri sendiri. Lantas bagaimana caranya menyingkapi dengan positif?

Tentu saja tetap dengan mengakui dengan jujur keadaan yang sebenarnya, yaitu kalau dia sakit. Hanya saja ini dilakukan dengan sudut sudut pandang positif:

“Iya, saya sedikit kurang sehat, karena itu saya akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kesembuhan; dengan melakukan upaya-upaya seperti makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, menjaga kondisi dan kebersihan tubuh, dan kalau perlu minum vitamin, obat-obatan, ataupun pergi ke dokter. Saya juga akan menerima dan berterima kasih pada yang mau membantu.

Berpikir positif erat hubungannya dengan merasa positif (positive feeling) dan perilaku positif (positive behavior), sehingga pada akhirnya, kita bisa menjadi diri yang positif (positive being). Pernyataan di atas mencakup kemauan dan motivasi (perasaan positif) serta usaha yang akan dilakukan (perilaku positif).

Anda tentu tidak suka dibohongi orang lain bukan? Begitu pula dengan perasaan (pikiran bawah sadar) Anda yang tidak suka dibohongi. Karena itu kita harus jujur pada diri sendiri dengan mengakui keadaan kita yang sebenarnya. Kita tidak bisa membohongi diri kita sendiri kalau memang kita tahu tentang keadaan sebenarnya. Tidak mengakui kenyataan akan membuat perasaan jadi tidak tenang, karena alam bawah sadar kita merasa dipaksa mempercayai sesuatu yang diketahuinya tidak benar. Bahkan bisa muncul rasa tidak senang pada diri sendiri.

Berbohong pada diri sendiri dalam jangka panjang bisa mengakibatkan hal-hal negatif lain, seperti rendah diri. Ketidaksinkronan antara yang ingin dipercayai (mis: sehat) dengan keadaan yang sebenarnya (mis: sakit) akan membuat diri merasa kecewa dan gagal. Kekecewaan dan perasaan gagal yang apabila terjadi berulang kali atau terus menerus dan berkepanjangan inilah yang bisa membuat seseorang jadi merasa rendah diri (atau lebih tepatnya low self-esteem). Seseorang yang memiliki self-esteem rendah akan merasa dirinya tidak pantas dan merasa buruk, meski sebenarnya dia pantas dan baik.

Sunao (素直), suatu kata sifat (keiyoudoushi) dari Bahasa Jepang yang kalau dilihat di kamus memiliki dua arti; 1) menurut; dan 2) jujur; sehingga bisa kita artikan sebagai “jujur dan/atau menurut.”  Jujur dan menurut pada siapa? Dalam konteks topik kita sekarang adalah pada diri sendiri, pada kenyataan, pada kebenaran. Kita juga bisa mengartikannya sebagai berserah diri, yang merupakan salah satu landasan utama dari iman. Seorang yang beriman akan jujur dengan keadaan dirinya, dengan kelemahannya, dengan segala kekurangannya, di hadapan Tuhannya. And it’s okay.

Sebenarnya tidak ada salahnya mengakui kelemahan diri, namun tidak semua orang bisa melakukannya. Ada yang beranggapan bahwa positive thinking adalah tidak mengakui kelemahan. Yang lain mungkin karena takut, mungkin karena khawatir, tapi biasanya hanya karena belum terbiasa. Ada yang untuk mengakui kelemahan saja susah, apalagi untuk terbuka pada orang lain. You should know, it’s absolutely okay to open ourselves up!

Carilah seseorang yang bisa Anda percayai. Mungkin awalnya terasa agak sulit karena belum terbiasa, atau mungkin terasa sulit karena pernah disakiti atau dikhianati. Karena itu bukalah hati secepat dan hanya secepat Anda bisa membukanya. You may take your time, it’s okay. Bukalah sebanyak dan hanya sebanyak yang Anda tetap bisa merasakan nyaman, sedikit demi sedikit lebih membuka diri dan just let the sun shine into your heart. Tidak perlu membuka rahasia kalau memang tidak ingin. You may have your privacy. Kalaupun perlu, bukalah rahasia sedikit demi sedikit ke beberapa orang berbeda.

Setelah terbiasa jujur pada diri sendiri dan terbuka pada orang lain, Anda akan mendapatkan diri Anda merasa lebih tenang, lebih nyaman, lebih damai, lebih merasa pantas, lebih menyayangi diri sendiri. Anda akan tahu, it’s okay to open yourself up. Anda akan menemukan orang-orang yang benar-benar bisa Anda percayai di antara orang-orang yang sayang dan peduli pada Anda. And it will feel totally okay to trust them.

Mungkin ada hal-hal yang belum bisa dibuka pada mereka, that’s fine. Namun jujur pada diri sendiri dan berserah diri tetaplah harus. Dengan mengakui dan menerima keadaan diri apa adanya, kita jadi bisa tahu start awal dari proses yang harus kita tempuh untuk memperbaiki diri. Kemudian kita jadi bisa menetapkan dengan jelas tujuan yang ingin dicapai. Selanjutnya adalah kemauan (will) dan niat menjalani, aktualisasi yang dibentuk menjadi good habit, dan perseverance (istiqamah). Ultimately, Anda akan menjadi diri yang positif (positive being).

Dan semua itu berawal dari jujur pada diri kita sendiri. So let’s be true to ourselves, sunao de iyou


Catatan: Draft tulisan di atas disusun (cukup lama) sambil mengikuti dorama Jepang Sunao ni narenakute (Tag line: It’s hard to say I love you), tentang sekumpulan orang-orang yang belajar jujur pada diri sendiri dan terbuka pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s