Let Them Grow

A: Anakku loh, sudah pintar berjalan. Sekarang sudah bisa lari-lari kesana-kemari. Nggak seperti anakmu berdiri saja belum bisa.
B: Eh, anakku sudah pintar ngoceh, sudah bisa manggil mapa-papanya. Nggak seperti anakmu, belum bisa ngomong sama sekali!

Percakapan seperti di atas mungkin tidak asing bagi beberapa orang tua baru. Rasa bangga pada anak masing-masing membuat orang-tua jadi membandingkan kelebihan anaknya. Yang jadi masalah adalah ketika perbandingan itu jadi menjelekkan anak orang lain seperti di atas, yang berakhir dengan pertengkaran meski mungkin awalnya berniat baik, yaitu bangga pada anaknya. Hal itu tidak perlu terjadi apabila kita paham bahwa tiap anak memiliki tipe kecerdasan mereka masing-masing.

Anak yang cepat belajar berjalan kemungkinan memang unggul dalam kecerdasan kinestetik (koordinasi tubuh) sedangkan anak yang cepat belajar bicara mungkin unggul dalam kecerdasan linguistik. Perbedaan ini adalah hal yang wajar, namun seringkali orang tua menggunakan standar yang tidak sesuai dengan keadaan anak, baik dari standar pribadi orang tua, standar orang lain maupun masyarakat umum.

Akibatnya adalah orang tua jadi memaksa anaknya untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan standar tersebut, meski belum tentu standar tersebut sesuai dengan kecerdasan anak, sehingga anak bisa terancam tidak bisa mencapai potensi optimalnya. Agar anak bisa mencapai potensi optimal sesuai dengan minat dan bakat/kecerdasannya, tugas orang tua adalah membimbing dan mendukung dalam pertumbuhan mereka.

Orang tua bisa mulai memperhatikan ketika anak masih sangat kecil, hal-hal yang mereka pelajari pertama kali dan kecepatan mereka belajar. Juga hal-hal yang membuat mereka tertarik. Dari situ orang tua bisa mulai mendukung dan memfasilitasi perkembangan anak dengan menyediakan alat-alat serta pendidikan yang mendukung minat dan bakat tersebut.

Ketika anak sudah mulai besar, mulailah menanyakan pendapat mereka tentang cita-cita mereka, serta berilah gambaran tentang keinginan mereka itu. Ketika anak sudah mencapai usia di mana mereka sudah mampu menyampaikan pendapat, tampung dan arahkan aspirasi mereka, namun tanpa memaksa dan semata-mata demi kebaikan anak tersebut. Terus fasilitasi perkembangan anak sesuai dengan aspirasi mereka. Tanamkan dan terapkan disiplin yang seimbang dengan kasih sayang dan beri mereka tantangan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Hopefully, mereka akan dapat mencapai potensi optimal mereka.

Dan sekali lagi, tidak perlu membandingbandingkan anak terutama di depan anak itu sendiri, bahkan dengan saudara kandung sendiri, karena membandingbandingkan bisa membuat anak merasa rendah diri. Ingat, setiap anak adalah unik, karena itu biarkan mereka tumbuh menjadi pribadi yang spesial, just the way they are.

Let them grow. Let them grow well.


Catatan: Contoh percakapan di atas hanyalah contoh. Kalau ada yang keberatan dengan contoh tersebut, harap dimaafkan. ^^

2 thoughts on “Let Them Grow

    • ga bisa nge-like komen ya… 😀

      post blog ini terinspirasi update status fb salah satu temen kita… 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s