Kaum Muslim Menyingkapi Informasi

Kita hidup di masa yang penuh dengan lalu lintas informasi, informasi bisa dengan mudah didapatkan maupun disebarluaskan. Saya ingin menyorot kata information yang dekat dengan kata inform atau memberitahukan. Apa yang diberitahukan atau disampaikan? Bisa jadi berupa fakta, atau untuk lebih tepatnya interpretasi dari fakta, yaitu fakta yang dipengaruhi faktor-faktor subjektif dari pelapor. Ini bisa berupa keterbatasan data, existing beliefs, kemampuan bahasa, nalar, dan sebagainya.

Dalam banyak kasus, faktor subjektif akan kuat mempengaruhi penyampaian informasi sehingga kita mendapatkan versi-versi berbeda dari suatu peristiwa. Hal ini adalah sesuatu yang wajar karena faktor-faktor subjektif tadi akan tetap ada meski tidak disadari atau disengaja. Hal ini menyebabkan ketidakakuratan bahkan kekeliruan.

Kita harus selalu menyadari bahwa informasi, bahkan yang disampaikan oleh orang paling jujur sekalipun, tidak lepas dari subjektifitas. Ilmu psikologi manusia menyatakan bahwa pikiran manusia memiliki banyak cacat dan kekurangan, yang mempengaruhi penerimaan dan penyampaian informasi. Dalam dunia ilmiah terdapat kutipan (citation dan quotation) yang bisa digunakan untuk mengetahui akurasi informasi. Baca lebih lanjut