Hidung Tersumbat dan Sleep Paralysis

Cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini bagaikan ujian bagi kondisi tubuh. Apabila daya tahan tubuh sedang tidak prima, penyakit bisa datang mengganggu. Seperti yang saya alami akhir-akhir ini, kalau suhu udara sedang dingin, pilek pun berkunjung. Sebenarnya saya tidak terlalu mempermasalahkan gangguan “sepele” macam pilek ini, kecuali apabila sudah menyebabkan hidung tersumbat.

Saya rasa kita semua pernah mengalami masalah hidung yang mampet, apalagi saat masih kecil. Saya masih ingat ketika saya masih ingusan, dalam arti kiasan maupun arti sebenarnya. Saat itu saya sering mendapatkan salah satu lubang hidung saya buntu karena pilek. Hal yang wajar, namanya juga masih ingusan. Namun akhir-akhir ini hidung buntu saya menjadi nakal dan yang tersumbat bukan lagi satu lubang hidung, namun kedua-duanya.

Hidung saya tersumbat dua-duanya bukan ketika saya sedang aktif terjaga, namun ketika menjelang tidur ketika tubuh sedang lelah dan tidak aktif bergerak. Ini menjadi masalah karena saya jadi tidak bisa tidur. Untuk mengatasi hal ini biasanya saya meminum obat pilek (pengencer ingus), sehingga bisa tidur dengan tenang.

Beberapa hari yang lalu saya pergi ke Batu yang udaranya dingin. Hidung tersumbat itu datang lagi, dan saya lupa membawa obat pilek yang biasa saya minum. Tak ayal hampir dua jam saya tidak bisa tidur, padahal sudah habis tissue cukup banyak. Akhirnya saya memutuskan untuk bernafas dengan mulut meskipun tahu kalau itu tidak baik. Saya mencoba tetap membuka mata karena khawatir kalau tertidur saya akan mengandalkan bernafas melalui hidung yang sedang mampet itu.

Namun ternyata saya tertidur, dan dua jam kemudian ketika terjaga saya mendapatkan hidung saya sudah plong. Memang kondisi terlelap, entah bagaimana, bisa membuat hidung menjadi plong. Bisa jadi ini karena kondisi tubuh menjadi rileks dan kembali pulih setelah beristirahat. Selama ini saya minum obat juga supaya bisa tertidur dengan nyaman.

Berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan bukan? Bisa jadi.

Kemarin saya mengalami hidung mampet lagi. Namun kali ini saya tidak tertidur dalam keadaan hidung mampet, melainkan mendapati hidup mampet itu ketika sudah tertidur, atau lebih tepatnya ketika akan terbangun, dalam kondisi sleep paralyzed.

Sleep paralysis adalah keadaan ketika seseorang akan tertidur atau akan terbangun dan mendapatkan tubuhnya tidak bisa bergerak meskipun dia dalam keadaan sadar dan terjaga. Meskipun sebenarnya merupakan sesuatu yang normal, kondisi ini banyak dihubungkan dengan gangguan makhluk halus karena terkadang disertai halusinasi (karena otak belum sepenuhnya terjaga) dan dada seperti ditekan atau ditindihi sesuatu. Hal ini menyebabkan keadaan ini sering disebut sebagai ketindihan. Ketindihan biasanya berakhir setelah beberapa detik sampai beberapa menit.

Nah, ketika saya mengalami ketindihan itu tiba-tiba hidung saya mampet. Tentu saya panik! Hahaha. Karena saya dalam keadaan tidak bisa membuka mulut untuk bernafas. Tapi untung saja meskipun terjadi pada kedua lubang hidung, mampetnya tidak seberapa, dan sleep paralysis itu hanya sebentar saya, sehingga tak lama kemudian saya pun benar-benar terjaga. Kalau lebih lama lagi, wah, bisa berbahaya atuh! Hahahaha.

Yah, setidaknya saya memetik pelajaran supaya menjaga kondisi tubuh dan kebersihan lingkungan sekitar, supaya hidung tetap plong dan bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan serangan hidung mampet yang bikin tidak nyaman.

Lantas apa hubungannya hidung mampet dengan ketindihan? Kalau dari pengalaman saya sih, keduanya berhubungan dengan udara dingin. Saya lebih sering mengalami ketindihan ketika pagi hari, apalagi ketika suhu udara lebih dingin dari biasanya.

2 thoughts on “Hidung Tersumbat dan Sleep Paralysis

    • Waktu udara dingin, aliran darah ke hidung meningkat utk menghangatkan hidung dan udara yg kita hirup. Efek sampingnya adalah produksi ingus meningkat, yg kalau memenuhi rongga sinus (biasanya waktu posisi berbaring) -> hidung tersumbat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s