Borrowing

Sejak dulu aku selalu fussy kalo masalah pinjam-meminjam. Setiap kali ada yang meminjam barang padaku, aku selalu mengharapkan dia untuk menghargai barang itu. Bagiku, menghargai barang pinjaman itu sama hal halnya dengan menghargai orang yang meminjamkan, dan tidak menghargai barang pinjaman sama halnya dengan tidak menghargai orang yang meminjamkan.

Menghargai barang pinjaman bisa dilakukan dengan menjaga barang tersebut dengan baik. Sudah sepantasnya kita mengembalikan barang pinjaman dengan kondisi yang setidaknya tidak jauh berbeda dengan pada waktu kita meminjam. Bentuk lain menghargai itu adalah dengan mengembalikannya tepat waktu. Kita perlu paham kalau kita meminjam, artinya si pemilik tidak bisa menggunakan barang tersebut kalau dia membutuhkan. Mengembalikan tepat waktu akan menghindarkan kita dari membuat si pemilik repot ketika dia membutuhkan barang tersebut. Tapi bukan hanya itu, mengembalikan barang tepat waktu menunjukkan kalau kita orang yang bertanggung-jawab, dan tentu saja, orang yang menghargai orang lain. Baca lebih lanjut

Nama dan Diriku

Sepanjang hidupku aku memiliki dua nama panggilan utama, G dan N (sengaja dibikin berupa inisial). G adalah nama biasa, dalam artian itulah namaku yang digunakan oleh orang kebanyakan untuk memanggilku. N adalah nama “kecil”ku, yang digunakan oleh keluargaku dan teman-teman dekatku. Selain  itu ada nama-nama lain, seperti Dr-a atau Vp atau Gi/Uu oleh teman yang bercanda agak mengejek. Beberapa teman perempuan menggunakan panggilan yang lebih “lucu”, seperti Dr-i, Gy, Gm, dan lain-lain. Aku juga membuat nickname buat diriku sendiri, seperti TV, No, JG, dan lain-lain termasuk Sagippio.

Dengan adanya beberapa nama berbeda, dan nama identik dengan identitas, apakah identitasku juga berubah mengikuti panggilan yang digunakan? Bisa iya bisa tidak. Aku tetaplah aku di mataku, meskipun I am what you perceive me as I am di matamu. Oke, bisa dikatakan untuk dua panggilan utama, G dan N, aku memiliki perbedaan. Perbedaan itu bisa dilihat dari ekspresi wajah dan perilaku. Those who know me as both should know the differences. Kunci untuk melihat perbedaannya bukan bagaimana aku dipanggil, tapi kondisi mental “di mana aku berada” saat dipanggil. Bisa dikatakan, aku sebagai G memakai wajah publikku, sedangkan aku sebagai N memakai wajah prifatku. N yang dilihat kebanyakan orang pun sebenarnya adalah G, kecuali bagi mereka yang benar-benar tahu aku sebagai N. Baca lebih lanjut

Lies

… I could see you’re only telling
Lies, lies, lies
Breaking us down with your
Lies, lies, lies
When will you learn…

– Lies by Glen Hansard
OST Once

Kadang kita tahu kalau orang berbohong ke kita, meski kita tak tahu bagaimana kita bisa tahu. Beberapa orang lebih peka pada kebohongan daripada yang lain, dan bukannya menyombongkan diri kalau aku bilang aku termasuk orang yang lebih mampu mendeteksi kebohongan daripada kebanyakan orang. Memang, aku nggak 100% bisa mengetahui kalau seseorang berbohong, tapi aku sering tahu, kadang langsung pada saat dia berbohong, kadang beberapa waktu setelahnya (bisa sampai beberapa hari). But overall, aku sering bisa mendeteksi kebohongan.

Baca lebih lanjut